Topik : kegiatan perekonomian Indonesia
Standar Kompetensi :7. Memehami Kegiatan Perekonomian Indonesia
Kompetensi Dasar : 7.3 Mendeskripsikan Fungsi Pajak Dalam Perekonomian Indonesia
Indikator : 7.3.1 Mendefinisikan pengertian pajak
7.3.2 Mendeskripsikan jenis-jenis pajak
7.3.3 Menyebutkan unsur-unsur pajak
7.3.4 Menyebutkan fungsi-fungsi pajak
7.3.1 Pengertian Pajak
Pajak adalah pungutan yang merupakan hak prerogratif pemerintah, pungutannya tersebut berdasarkan pada undang-undang pengutannya dapat dipaksa kepada subjek pajak untuk mana tidak ada jasa langsung yang ditunjukkan penggunaanya.
Contoh pajak : pajak penghasilan (PPh), pajak kenderaan bermotor (PKB), pajak penjualan barang mewah dan lain sebagainya.
7.3.2 Jenis-Jenis pajak
Ada berbagai jenis pajak. Pada prinsipnya, dengan ditetapkannya berbagai jenis pajak, Negara atau pemerintah bermaksud agar semua subjek dan objek pajak dapat terjaring pajak secara cermat dan adil. Jenis pajak dapat digolongkan berdasarkan bagaimana dan siapa yang memungut pajak.
1. Pajak Berdasarkan Sifat
a. Pajak Langsung
Pajak langsung adalah pajak yang secara langsung dibayar oleh subjek pajak atau wajib pajak . jenis pajak itu tidak dapat digeserkan atau dipindahkan atau dipindahkan pada pihak lain. Menurut Guritno mangkoesoebroto, pajak langsung memiliki dua cirri penting, yaiu: (1) mempunyai surat pemberitahuan pajak(SPT), dan (2) dipungut berkali-kai. Contoh pajak langsung antara lain: pajak penghasilan (PPh); pajak Bumi dan Banunan (PBB); pajak kenderaan bermotor(PKB).
b. Pajak Tidak Langsung
Pajak tidak langsung adalah pajak yang harus dibayar oleh wajib pajak akan tetapi jumlah pajak yang telah dibayarkan itu dapat digeser ke pihak lain secara tidak langsung. Dapat bergesar di sini dapat diartikan jumlah uang yang telah dibayarkan oleh waib pajak (misalnya penjual atau pedagang) dalam bentuk pajak tidak langsung itu pada saat lain dapat ditarik kembali dari pihak lain sebagai gantinya.
Jenis pajak yang termasuk dalam kategori ini adalah
a) Pajak Pertambahan Nilai
b) Pajak Impor
c) Cukai untuk barang-barang tertentu seperti rokok, gula, beras, dan sebagainya.
Semua jenis pajak itu setelah dibayar oleh produsen kepada Negara, pada saat lain dibebankan (digeser) kepada konsumen dengan cara menaikkan harga produk yang terkena pajak tidak langsung. Jadi, pajak penjualan yang harus dibayar oleh produsen mobil, misalnya, akan dibebakan ke harga mobil yang bersangkutan. Oleh karena itu, dengan beban pajak tidak langsung itu harga jual barang menjadi semakin tinggi, dan itu bearti menjadi beban tidak langsung bagi konsumen.
2. Pajak Berdasarkan Wewenang Pemungutan
a. Pajak Negara
Suatu pajak dapat dikatogorikan sebagai pajak Negara jika pemungutan pajak itu dilakukan oleh pemerintah pusat melalui direktorat jendral pajak dan kantor pelayanan pajak,departemen keuangan Republik Indonesia.pajak Negara yang amat penting bagi sumber pendapatan Negara meliputi: pajak penjualan barang mewah, pajak orang asing, bea meterai, bea masuk, bea cukai, serta pajak atas bunga, dividen, dan royalty.
b. Pajak Daerah
Suatu pajak dapat dikatogorikan ked ala pajak daerah jika pemungutan pajak itu dilakukan oleh pemerintah daerah, baik pemerintah daerah tingkat l maupun tinkat ll. Sesuai dengan namanya, setiap pemerintah daerah memliki kebijakan masing-masing dalam menentukan subjek, objek, maupun tarif pajak daerah. Sebagaimana halnya pajak Negara, pajak daerah juga merupakan sumber panghasilan yang penting bagi pemerintah daerah.
7.3.3 unsur-unsur pajak
Pajak memeliki tiga unsur penting, yaitu: (a) subjek pajak; (b) objek pajak, dan (c) tarif pajak. Dapat kita jelaskan secara lebih rinci sebagai berikut
1.Subjek Pajak
Subjek pajak juga sering disebut dengan istilah lain, yaitu wajib pajak. Subjek pajak adalah pribadi, badan, dan bentuk usaha tetap yang memiliki kewajiban membayar pajak kepada Negara.
Semua subjek memilki kewajiban untuk mendapatkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) di kantor Direktorat Jendral Pajak setempat. Setelah memilki NPWP, wajib pajak harus melaporkan kekayaan dan jumlah pajak yang arus dibayarnya setiap tahun di kantor Direkorat Jenderal pajak setempat.
2.Objek Pajak
Objek pajak adalah sesuatu yang menjadi sasaran pajak, contoh objek pajak: bunga tabungan, kekayaan, tanah, kenderan bermotor, dan sebagainya.
3.Tarif pajak
Tarif pajak adalah tinggi rendahnya tingkat pajak yang harus dibayar oleh subjek pajak terhadap objek pajak yang menjadi tanggungannya. Semua jenis pajak, apakah itu pajak penghasilan, pertambahan nilai, atau jenis pajak lainnya, mempunyai tarif yang berbeda-beda. Tarif pajak untuk pajak penghasilan berbeda dengan tarif pajak untuk pajak pertambahan nilai atau pajak bumi dan bangunan. Penggnaan tarif pajak dibedakan berdasarkan berbagai kondisi yangdiatur dalam Undang-Undang perpajakan.
7.3.4 Fungsi pajak
Pajak, sebagaimana telah kalian ketahui, tidak memberikan kepada pembayarnya imbalan atau kontra prestasi secara langsung dari pemerintah. Lain halnya dengan retribusi, pembayarannya menerima balas jasa atau kontra prestasi secara langsung dari pemerintah. Meskipun demikian, pada elang waktu kemudianpara pembayar pajak akan menerima kontra prestasi secara tidak langsung melalui hasil pembangunna yang dibiayai oleh pajak yang mereka setorkan.
Dengan membayar pajak kepada pemerintah, Negara akan memiliki cadangan dana yang cukup untuk melakukan pembangunan di berbagai sektor dari proses pembangunann itulah para wajib pajak dapat menikmati kembali uang yang telah dietor kepada pemerintah lewat pajak secara tidak langsung. Dengan uang pajak yang dibayarkan oleh pajak dibayarkan oleh para pajak, pemerintah dapat membangun dan mengatakan arang public seperti jembatan, jalan raya, sarana pendidikan dan kesehatan, dan system keamanan.
Melalui perpajakan, pemerinth dapa mengarahkan kegiatan dan kehidupan ekonomi kita sesuai dengan yang dicita-citakan bersama, yaitu terciptanya masyarkat yang adil dan makmur berdasarkan UUD 1945. Dapat kita liat secara lebih elas fungsi pajak sebagai lat kebijakan ekonomi pemerintah seperti dibawah ini.
1. Pajak berfungsi sebagai alat untuk menciptakan keadilan social
Keadilan soaial merupakan keadaan yang selalu menjadi cita-cita banga kita. Keadilan social dapat diciptakan antara lain melalui kebijkan perpajakan. Kebijakan perpajakan memungkinkan Negara untuk melakukan pembangunan yang menyeluruh dan merata. Ini berati pembangunan yang dibiayai oleh pajak hasilnya harus dapat dinikmati oleh seluruh lpisan masyarakat.
2. Pajak berfungsi sebagai pendorong pertumbuhan industry baru
Pemerintah dapat mendorang industry baru melalui kebijakan perpajakan. Sebagai contoh, pemerintah dapat membebaskan pajak impor suku cadang mesin industri agar industri yang bersangkutan dapat berkembang dan bersaing dengan perusahaan luar negeri yang saat ini merajai parasan Indonesia. Dengan perpajakan, pemerintah juga dapat menurunkan pajak bagi kegiatan-kegiatan ekonomi di sector informal, di sektor pembangunan perumahan sangat sederhana, dibidang industry buku yang melayani kebutuhan pendidikan, dan sebagainya.
3. Pajak sebagai alat pengendalian ekonomi nasional
Perekonomian nasional dapat juga dikendlikan melalui kebijaka perpajakn. Tujuan pengendaliaan ekonomi nasional ialah agar terwujud kestabilan ekonomi, sehingga perekonomian yang stabil dapat menjamin semua pihak untuk melakukan kegiatan-kegiatan ekonominya sehari-hari tanpa ada rasa khawatir.
Melalui pajak, pemerintah dapat mengatur kegiatan konsumsi, produksi, distribusi, tingkat harga barang secara umum, kegiatan ekspor-impor, dan sebagainya. Pemerintah dapat menempuhny dengan menaikkan atau menurunkan, dan bahkan membebaskan pajak pada sector-sektor yang igin dikendalikan.
Jelas bagi kita bahwa pajak dapat digunakn oleh pemerintah sebagai kebijakn untuk mengendalikan perekonomian secara nasional. Jadi, pajak merupakan alat yang cukup baik untuk mengendalikan kehidupan ekonomi.
LEMBAR KERJA SISWA (LKS)
Pilihlah satu jawaban yang paling tepat dengan menyilang salah satu jawaban yang benar!
1. Pajak merupakan
a. Iuran wajib c. tanda bakti
b. sumbangn suka-rela d. hadiah
2. Semakin besar pendapatan, semakin besar tarif pajak yang dikenalkan, siste tarif seperti itu adalah
a. Progresif c. degresif
b. Sebanding d. tetap
3. Seorang warga Negara asing yang tinggal di Indonesia dipungut pajak, asas pemungtan pajak itu dinamakan
a. asas domisili c. asas mufakat
b. asas sumber d. asas berdikari
4. Pajak sebagai sumber penerimaan Negara dapat dilihat dalam
a. APBN c. SHU
b. GBHN d. lembaran Negara
5. Pajak atas penyerahan barang dan jasa disebut
a. Pajak penghasilan c. Pajak pertambahan nilai
b. pajak daerah d. Pajak bumi dan bangunan
6. Sumber pendapatan Negara, merupakan salah satu
a. Fungsi pajak c. syarat pajak
b. pengertian pajak d. standar pajak
7. Landasan pemungutan pajak adalah
a. UUD 1945 pasal 23 ayat 2 c. UUD 1945 pasal 20 ayat 1
b. UUD 1945 pasal 32 ayat 2 d. UUD 1945 pasal 21 ayat 1
8. Pajak langsung dan pajak tidak langsung merupakan pjk berdasarkan
a. Pihak yang menanggung c. pjak berdasarkan lembaga yang memungut
b. Pihak yang menerima d. pajak berdasarkan sifatnya
9. yang termasuk unsur-unsur pajak adalah kecuali
a. subjek pajak c. tarif pajak
b. objek pajak d. tanggal pajak
10. NPWP harus dimiliki oleh setiap
a. subjek pajak c. masyarakat
b. objek pajak d. penduduk suatu daerah
Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan singkat dan jelas !
1. Apa yang dimaksud dengan pajak ?
2. Siapa saja yang termasuk wajib pajak ?
3. Mengapa orang harus membayar pajak ?
4. Sebutkan fungsi-fungsi pajak ?
5. Sebutkan jenis-jenis pajak ?
Kunci Jawaban Lembar Kerja Siswa
1. A 6. A
2. A 7. A
3. A 8. A
4. A 9. D
5. B 10. B
Penyelesaian soal Esay
1. Pajak adalah pungutan yang merupakan, hak prerogratif pemerintah,pungutannya tersebut berdasarkan kepada subjek pajak untuk mana tidak ada balas jasa langsung yang ditunjukkan penggunaannya.
2. Yang termasuk wajib pajak adalah subjek pajak yaitu pribadi, badan, dan bentuk usaha tetap yang memiliki kewajiban membayar pajak kepada Negara.
3. Orang harus membayar pajak kerenapajak merupakan sumber pendapatan Negara dimana pendapatan tersebut dapat digunakan oleh pemerintah untuk membangun sarana dan prasana untuk kesejahteraan masayarakat bersama.
4. Fungsi-fungsi pajak adalah
a. Pajak befungsi sebagai alat untuk menciptakan keadilan untuk menciptakan keadilan sosial
b. Pajak berfungsi sebagai pendorong pertmbuhan industry baru
c. Pajak berfungsi sebagi alat pengendalian ekonomi nasional
5. Unsur-unsur pajak adalah subjek pajak, objek pajak, dan tarif pajak.
Topik :Kegiatan Perekonomian Indonesia
Standar kompetensi :Memahami kegiatan perekonomian indonesia
Kompetensi Dasar :7.4 Mendeskripsikan Permintaan dan Penawaran serta Terbentuknya
Harga pasar
Indikator :7.4.1 Mendefinisikan Permintaan
7.4.2 Menjelaskan macam-macam permintaan barang dan jasa
7.4.3 Mengindentifikan faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan barang dan jasa.
7.4.4 Menjelaskan kurva permintaan
7.4.5 Menyebutkan hukum permintaan
7.4.6 Mendefinisikan penawaran
7.4.7 Menyelaskan penawaran individu dan penawaran pasar
7.4.8 Mengidentifikasikan faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran barang dan jasa
7.4.9 Menjelaskan kurva penawaran
7.4.10 Menyebutkan hukum penawaran
7.4.11 Menjelaskan pengertian harga
7.4.12 Mengidentifikasi peranan harga pasar dalam perekonomian
7.4.13 Membuat proses terbuntuknya harga
7.4.1 Pengertian Permintaan
Permintaan (demand) adalah kesedian pembeli untuk membeli berbagai jumlah barang dan jasa pada berbagai tingkat harga dalam waktu tertentu.
7.4.2 Macam-macam permintaan barang dan jasa
1. Permintaan menurut daya beli
a) Permintaan efektif adalah permintaan yang didukung oleh daya beli. Artinya, konsumen memang memiliki cukup uang untuk membeli berbagai jumlah barang dan jasa pada tingkat harga yang berlaku
b) Permintaan potensial adalah permintaan yang didukung dengan daya beli. Artinya, masyarakat memang membutuhkan barang dan jasa tertentu, tetapi tidak sanggup membelinya karena tidak memiliki cukup uang.
2. Permintaan menurut jumlah subjek pendukung
a) Permintaan individual adalah permintaan yang dilakukan oleh seseorang pembeli. Misalnya permintaan pulpen yang dilakukan oleh Askar, sebagai contoh
Harga pulpen(Rp) Jumlah yang diminta
10.000
8.000
6.000
4.000
2.000 1
2
3
4
5
Dari permintaan yang dilakukan Askar maka dapat kita membuat kurva individualnya sebagai berikut:
P
10000 A
8000 B
6000 C
4000 D
2000 E
1 2 3 4 5 Q
b) Permintaan pasar adalah permintaan yang dilakukan oleh konsumen secara keseluruhan di dalam pasar. Misanya dalam pasar sayur-sayuran terdapat seratus orang pembeli. Pada berbagai tinkat harga dapatlah diketahui jumlah sayur-sayuran yang diminta oleh seratus orang pembeli tersebut. Hubungan antara berbagai tingkat harga dan berbagai jumlah sayur-sayuran yang diminta (dibeli). Oleh seratus orang pembeli tersebut dapat disajikan dalam bentuk grafik. Sebagai contoh.
Bayam/ikat Ayu Ismi Pasar
5.000
4.000
3.000
2.000
1.000 1
3
5
7
9 2
4
6
8
10 3
7
11
15
19
P
5000
4000
3000
2000
1000
3 7 11 15 19 Q
7.4.3 faktor-faktor yang mempegaruhi permintaan barang dan jasa
a) Selera
b) Pendapatan konsumen
c) Harga barang/jasa pengganti
d) Harga barang/jasa pelengkap
e) Perkiraan harga dimasa yang akan datang
f) Intensitas kebutuhan konsumen
g) Jumlah penduduk(banyak konsumen)
h) Pngaruh produsen (promosi) dalam meningkatkan pnjualan
7.4.4 kurva permintan
Kurva permintaan adalah kurva yang menunjukkan hubungan berbagai jumlah barang dan jasa yang beli oleh konsumen pada berbagai tingkat harga.
1) Pergerakan kurva permintaan
Pergerakan kurva permintaan apabila terjadi perubahan-perubahan terhadap harga barang itu sendiri, sebagai contoh:
Pergerakan kurva permintaan kekiri atas
P
P1 A
P2 B
Q1 Q2 Q
Pergerakan kurva permintaan kekanan bawah
P1 A
P0 B
Q1 Q0
2) Pergeseran kurva permintaan
Apabila ada perubahan pada factor-faktor penentu permintaan, yaitu factor apapun selain harga maka ini akan mengakibatan kurva permintaan bergeser. Setiap perubahan yang mengakibatkan pertambahan jumlah permintaan pada suatu tingkat harga tertentu, akan menggeserkan kurva permintaan kekanan. Sebaliknya, setiap perubahan yang menurunkan permintaan akan menggeserkan kurva permintaan kekiri.
Pergeseran kurva permintaan kekanan
A
5
4 A1
3 A
2 D1
1 D
10 20 30 40 50 60
Pergeseran kurva permintaan kekiri
A
A D1
D2
10 20 30 40 50 60
7.4.5 Hukum permintaan
Hukum permintaan menyatakan menyatakan bahwa jumlah barang atau jasa yang diminta berbanding terbalik dengan tingkat harga barang. Berarti, rumusan hukum permintaan hanya menunjukkan hubungan berbanding terbalik (negatif) antara jumlah barang dan jasa yang diminta dan tingkat harga. Hukum permintaan berlaku berdasarkan sejmlah anggapan atau pengadaian.
Dua anggapan dalam hokum permintaan yaitu,pertama; jumlah yang diminta dipengaruhi oleh tinggi rendahnya tingkat harga. Huku permintaan tidak memperhatikan pengaruh jumlah barang yang diminta terhadap tinggi redahnya tingkat harga. Kedua; factor-faktor selain harga yang dapat mempengaruhi jumlah barang yang diminta dianggap tetap,caeris paribus. Atau lebih jelas dapat juga kita simpulkan bahwa hokum permintaan adalah apabila harga naik, jumlah barang yang diminta turun, dan apabila harga turun, jumlah barang yang diminta naik.
7.4.6 Pengertian Penawaran
Pengertian Penawaran(supply) mengandung dua unsur: jumlah barang atu jasa yang ditawarkan (dijual) dan tingkat harga tertentu. Penawaran adalah kesediaan pembeli untuk membeli berbagai jumlah barang dan jasa pada berbagai tingkat harga dalam waktu tertentu.
7.4.7 Penawaran individual dan penawaran pasar.
7.4.8 Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran
a) Biaya produksi
b) Teknologi
c) Harga barang/jasa pengganti
d) Pajak
e) Perkiraan harga di masa yang akan dating
f) Tujuan perusahaan
g) Jumlah penjual/produsen
h) Kebijakan pemerintah
7.4.9 Menjelaskan kurva Penawaran
1) Pergerakan kurva penawaran
Pergerakan kurva penawaran ke kanan atas
S1 S2
A
A1
Pergerakan kurva permintaan ke kiri bawah
S2 S1
A1 A
2) Pergeseran kurva penawaran
Pergeseran kurva penawaran kekiri
P S
4000 B
4000 A
500 200 qs
Pergeseran kurva penawaran kekanan
P S
4000 B
4000 A
500 200 QS
7.4.11 pengertian Harga
Dalam pengertian sederhana, harga adalah nilai tukar suatu barang dan jasa yang dinyataka dengan uang. Misalnya kita membeli buku seharga Rp 9.500,00, artinya buku tersebut bernilai tukar Rp 9.500,00. Harga tersebut merupakan harga yang disepakati oleh pembeli dan penjualnya, dengan terlebh dulu melakukan tawar-menawar. Atau dapat disimpulkan bahwa pengertian harga pasar adalah harga di mana jumlah barang dan jasa yang diminta pada waktu tertentu sama dengan jmlah barang dan jasa yang ditawarkan.
7.4.12 peranan harga pasar dalam perekonomian
a. Menunjukkan perubahan kebutuhan masyarakat
Jika kebutuhan masyarakat meningkat, maka harga akan menigkat, misalnya, meningkatnya kebutuhan masyarakat akan bahan bangunan mengakibatkan naiknya arga semen, batu bata, pasir, dan bahan bangunan lainnya.
b.Menggerakkan pengusaha untuk bereaksi terhadap perubahan permintaan
Jika harga suatu barang dan jasa meningkat, penusaha akan tergerak untuk mengetahui pola masyarakat tehadap barang dan jasa yang bersangkutan. Pengetahuan polakonsumsi itu amat diperlukan untuk memperkirakan berapa jumlah barang atau jasa yang dibutuhkan. Misalnya, sejalan kenaikan harga barang elektronika, pengusaha melakukan survei pendapatan, jumlah keluarga, dan sejumlah faktor lain yang menetukan pola konsumsi masyarakat. Berdasarkan hasil survey, pengusaha dapat memperirakan berapa jumlah compo dan televisi berwarna yang harus diproduksi sesuai kebutuhan masyarat
c. Mempengaruhi jenis dan jumlah factor produksi yang harus disediakan
Faktor produksi seperti modal dan tenaga kerja akan banyak digunakan untuk bidang usaha ang menghasilkan barang dan jasa berhara tinggi atau yang menghasilkan laba besar. Di belanda, misalnya, bidang usaha bunga tulip menhasikan laba besar. Oleh karena itu, cukup banyak faktor produksi diarahkan pada bidang usaha itu. Berhektar-hektar lahan ditanami bunga tulip, dengan modal dan tenaga kerja terampil dan memadai.
d. Membantu menentukan penawaran
Berdasarkan besarnya kenaikan harga, dapat diperkirakan jumlah barang dan jasa yang ditawarkan. Misalnya, pengusaha angkutan kota memperkirakan jumlah kendaraan beserta sopir yang akan dikemudikan berdasarkan kenaikan tarif angkutan kota.
7.4.13 Proses terbentuknnya harga pasar
Harga pasar dapat dicapai melalui proses kesepakatan antara pembeli dan penjual. Pembeli mengajukan permintaan, sedangkan penjual mengajukan penawaran. Kedua belah pihak melakukn tawar-menawar.
a. Apabila harga terlalu rendah, jumlah yang diminta akan tinggi, sedangkan jumlah yang ditawarkan akan rendah. Akibatnya, muncul dorongan untuk menaikkan harga.
b. Sebaliknya, apabila harga terlalu tinggi, jumlah yang diminta akan rendah, sedangkan jumlah yang ditawarkan akan tinggi. Akibatnya, muncul dorongan untuk menurunkan harga agar barang dan jasa yang ditawarkan dapat diterima pasar.
Kedua proses tersebut berlangsung terus sampai diperoleh tingkat harga di mana jumlah barang dan jasa yang diminta pesis sama denga jumlah barang dan jasa yang ditawarkan. Table dibawah ini memperlihatkan penawaran dan permntaan untuk menentukan haega danjumlah keseimbangan.
Harga per buah (Rp) Jumlah yang ditawarkan (unit) Jumlah yang diminta (unit)
7.000
7.500
8.000
8.500 100
200
300
400 300
200
100
0
Kurva keseimbangan permintaan dan penawaran
S
D
Grafik diatas menperlihatkan bahwa; harga pasar adalah Rp 7.500,00 dan jumlah buku (output) keseimbangan adlh 200 buah:
• Titik E disebut titik keseimbangan atau equilibrium
• Harga Rp 7.500,00 disebut harga keseimbangan
• Jumlah 200 buah disebut jumlah keseimbangan.
Pada harga Rp 7.500,00 terjadi keseimbangan antara jumlah buku yang di minta dan jumlah buku yang ditawarkan. Pada harga buku diatas Rp 7.500,00 jumlah buku yang diminta lebih sedikit daripada jumlah buku yang ditawarkan. Selisih jumlah itu disebut kelebihan penawaran (surplus). Sebaliknya, pada harga di bawah Rp 7.500,00 jumlah buku yang diminta lebih besar dari pada jumlah buku yang ditawarkan. Selisih jumlah itu disebut kelebihan permintaan(shortage).
LEMBAR KERJA SISWA
Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat dengan menyilang salah satu jawaban yang benar !
1. Keseluruhan jumlah barang dan jasa yang diminta seseorang atau instituisi pada bebagai tingkat harga dengan kualitas dan kuantitas tertentu, disebut
a. Permintaan c. Situasi pasar
b. Penawaran d. Konsumen
2. Permintaan efektif dan permintaan potensial merupakan macam-macam permintaan menurut
a. Jumlah subjek c. Promosi
b. Daya beli d. Penawaran
3. Selera, pendapatan, perkiraan harga dimasa yang akan dating dan intensitas kebutuhan konsumen, merupakan factor-faktor yang mempengaruhi
a. Penawaran c. Permintaan
b. Produksi d. Distribusi
4. Setiap peruahan yang mengakibatkan pertahanan jumlah permintan pada suatu tingkt harga tertentu, maka akan menyebabkan pergeseran kurva ke…
a. Bawah c. Kiri
b. Atas d. Kanan
5. Penawaran yangdilakukan oleh seseorang produsen saja disebut penawaran
a. Individu c. potensial
b. Persaingan d. promosi
6. Biaya produksi, teknologi, pajak, dan tujuan perusahaan, merupakan factor-faktor yang mempengaruhi
a. Distribusi c. produksi
b. Penawaran d. permintaan
7. Apabila harga naik, maka jumlah barang yang ditawarkan juga naik, merupakan hokum
a. Permintaan c. Penawarn
b. Konsumen d. Produsen
8. Nilai tukar suatu barang dan jasa yang dinyatakan dalam bentuk uang merupakan pengertian dari
a. Pasar c. Bawah
b. Ukuran d. Atas
9. Setiap perubahan yang menyebabkan jumlah penawaran menurun, akan menyebabkan bergesernya kurva penawaran
a. Kiri c. Bawah
b. Kanan d. Atas
10. Di antara barang-barang berikut, manakah yang permintaannya cenderung paling elastic
a. Minyak goreng c. Gula
b. Beras d. computer
Jawablah pertayaan dibawah ini dengan singkat dan jelas !
1. Apa yang dmaksud dengan, permintaan penawaran dan harga pasar ?
2. Sebutkan bunyi hokum permintaan dan penawaran !
3. Sebutkan factor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran !
4. Bagaimanakah proser terbentuknya harga ?
5. Apa Arti dari elastisitas permintaan dan elastisitas penawaran ?
KUNCI JAWABAN LEMBAR KERJA SISWA
1. A 6. B
2. B 7. C
3. C 8. D
4. D 9. A
5. A 10. B
Penyelesaian soal Esay
1. Permintaan adalah kesediaan pembeli untuk membeli berbagai jumlah barang dan jasa
pada berbagai tingkat hargadalam waktu tertentu.
Penawaran adalah kesediaan penjual untuk menjual berbagai jumlah barang dan jasa pada
berbagai tingkat harga dalam waktu tertentu.
Harga pasar adalah harga dimana jumlah barang dan jasa ang dimnta pada waktu tertentu
sama dengan jumlah barang dan jasa yang ditawarkan.
2. Hukum permintaan → Apabila harga barang naik, jumlah barang dan jasa yang diminta
turun, dan apabila harga turun, jumlah barang yang diminta naik.
Hukum penawaran → apabila harga naik maka jumlah barang turun maka jumlah barang
yang ditawarkan turun.
3. Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan adalah
a. Selera d. Harga barang/jasa pengganti
b. Pendapatan konsumen e. Harga barang/jasa pelengkap
c. Prakiraan harga dimasa mendatang f. Intensitas kebutuha ekonomi
Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaan
a. Biaya produksi d. Pajak
b. Teknologi e. Prakiraan harga dimasa mendatang
c. Harga barang pengganti f. Tujuan perusaan
4. Harga pasar terbentuk melalui proses kesepakatan antara pembeli da penjual, pembeli mengajukan permintaan, sedangkan penjual mengajukan penawaran, kedua belah pihak melakukan tawar menawar, sehingga diperoleh tingkat harga dimana jmlah barang dan jasa yang diminta persis sama dengan jumlah barang dan jasa yang ditawarkan.
5. Yang dimaksud dengan elastisitas permintaan adalah kepekaan perubahan jumlah barang dan jasa yang diminta terhadap perubahan harga. Sedangkan, elastisitas penawaran adalah kepekaan perubahan jumlah barang yang ditawarkan terhadap perubahan harga.
Topik : APBN dan APBD
Standar Kompetensi : 2 Memahami APBN dan APBD
Kompetensi Dasar : 2.1 Menjelaskan pengertian,fungsi,tujuan APBN/APBD
Indikator : 2.1.1 Mendefinisikan pengertian APBN dan APBD
2.1.2 Mendeskripsikan fungsi APBN dan APBD
2.1.3 Mendeskripsikan tujuan APBN dan APBD
2.1.4 Mendeskripsikan prinsip, asas, landasan, dan cara penyusunan
APBN/APBD
2.1.1 Pengertian APBN dan APBD
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) adalah suatu daftar yang memuat rincian pendapatan dan pengeluaran negara untuk waktu tertentu, biasanya satu tahun. Sedangkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah adalah suatu daftar yang memuat rincian pendapatan dan pengeuaran daerah untuk waktu tertentu, biasanya satu tahun.
2.1.2 Fungsi APBN dan APBD
Anggaran pendapatan dan belanja Negara/Daerah (APBN/APBD) harus memenuhi fungsi alokasi, distribusi, dan stabilisasi.
a. Fungsi Alokasi. Didalam APBN dijelaskan sumber pendapatan dan pedistribusiannya. Pendapatan yang paling besar dari pemerintah berasal dari pajak. Penghasilan dari pajak yang diterima dapat dialokasikan ke berbagai sektor pembangunan, dengan pedoman APBN/APBD, pendapatan yang bersumber dari pajak dapat digunakan untuk membangun sarana umum, seperti jembatan, jalan, taman umum, dan pengeluaran lainnya yang bersifat umum.
b. Fungsi Distribusi. Pajak yang ditarik dari masyarakat dan masuk menjadi pendapatan dalam APBNtidak selalu harus didistribusikan untuk kepentingan umum, melainkan dapat pula didistribusikan dalam benuk dana subsidi dan dana pension. Pengeluaran pemerintah semacam ini disebut transfer payment. transfer payment dapat membatalkan pembiayaan ke salah satu sector, kemudian dipindahkan ke sector lain.
c. Fungsi stabilisasi. APBN berfungsi sebagai pedoman agar pendapatan dan pengeluaran keuangan Negara teratur sesuai dengan yang telah ditetapkan. Dengan demikian akan mempermudah pencapaian berbagai sasaran yang telah ditetapkan. Dengan menetapkan APBN sesuai alokasi tang ditentukan akan menjaga kestabilan arus uang dan barang sehingga dapat menghindari terjadinya inflasi atau deflasi.
2.1.3. Tujuan penyusunan APBN
Tujuan penyusunan APBN adalah sebagai pedoman pendapatan dan pembelajaan Negara dalam melaksanakan tugas kenegaraan untuk meningkatkan produksi dan kesempatan kerja, dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran masyarakat. Di dalam APBN, dipilih atau diusulkan program panjang. Pembangunan pada sector ekonomi juga akan mempengaruhi bidang-bidang lain dalam meningkatkan produktivitas. Peningkatan produktifitas akan memungkinkan peningkatan tabungan. Tabungan yang meningkat membuka kemungkinan untuk berinvestasi. Investasi yang berkembang diharapkan member peningkatan kesempatan kerja dan mewujudkan kemakmuran masyarakat.
Arti, fungsi, dan tujuan APBD(Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) pada hakikatnya sama dengan Arti, fungsi dan tujuan APBN, hanya saja ruang lingkup APBD bersifat lebih kecil dari pada APBN (Per provinsi).
Topik :
Standar Kompetensi :
Kompetensi Dasar :2.2 Mengidentifikasi sumber-sumber penerimaan pemerintah pusat dan
pemerintah daerah
Indikator :2.2.1 Menyebutkan sumber-sumber Pendapatan dan Hibah dalam
APBN/APBD
2.2.2 Menyebutkan pengeluaran Negara dalam APBN/APBD
2.2.3 Menguraikan hubungan antara keuangan pusat dan daerah
2.2.1 Sumber-sumber pendapatan dan hibah dalam APBN/APBD
Pendapatan Negara dan hibah dalam APBN meliputi penerimaan dalam negeri dan hibah. Penerimaan dalam negeri terdiri atas penerimaan perpajakan dan bukan paak. Penerimaan pajak dibedakan lagi menjadi penerimaan pajak dalam negeri(misalny pajak penghasilan serta pajak bumi dan bangunan) dan penerimaan pajak perdagangan nternasional (misalnya bea masuk dan pajak ekspor). Penerimaan bukan pajak berasal dai penerimaan sumber daya alam, bagian laba BUMN, dan penerimaan Negara bukan pajak lainnya.
Sedangkan hibah adalah semua penerimaan Negara yang berasal dari sumbanganswasta dalam negeri, serta subangan lembangan swasta dan pemerintahan luar negeri.
Bagaimanakah dengan penrimaan darah? Penerimaan daerah bisa bersumber dari lanba perusahaan Daerah. Di tingkat pemerintahan pusat kita mengenal laba badan usaha Milik Negara (BUMN) dan di daerah tingkat l kita mengenal laba badan usaha daerah (BUMD). Namun, tidak semua laba BUMN atau BUMD bisa menjadi sumber pendapatan pusat atau daerah. Laba BUMN atanuBUMD yang telah berbentuk PT (Persero) digunakan untuk kegiatan internal perusahaan yang bersangkutan, dan tidak lagi menjadi kekayaan pemerintah pusat dan daerah. Sebagai bagian dari sumber pendapatan, kita mengenal pula pajak daerah, seperti pajak kenderaan bermotor, retribusi, serta pendapatan lainya untuk daerah.
2.2.2 Pengeluaran Negara dalam APBN/APBD
Pengeluaran Negara (belanja negara) dalam APBN/APBD dapat dibedakan atas belanja pemerintah pusat da belanja pemerintah daerah.
a. Belanja Pemerintahan Pusat
Belanja pemerintahann pusat terbagi atas belanja-belanja sebagai berikut
1. Belanja pegawai negeri dan TNI, yaitu belanja untuk gaji, pension, tunjangan beras, lauk-pauk, dan biaya perjalanan dinas.
2. Belanja barang, yaitu pengeluaran Negara untuk membeli barang-barang dalam negeri dan luar negeri yang digunakan untuk penyelenggaraan Negara
3. Belanja modal
4. Bunga dan cicilan utang, yaitu pengeluaran Negara untuk mencicil pokok pinjaman dan bunganya.
5. Subsidi, yaitupengeluaran negra untuk membantu perusahan Negara dan perusahaan Negara dan perusahaan swasta.
6. Belanja hibah
7. Bantuan social
8. Belanja lain-lain
b. Belanja Pemerintah Daerah
Belanja pemerintah daerah terdiri atas dana perimbangan serta dana otonomi khusus dan penyelesaian.
1. Dana perimbangan, terdiri dari dana-dana berikut
a) Dana Bagi Hasil
b) Dana Alokasi Umum (DAU)
c) Dana Alokasi Khusus (DAK)
2. Dana otonomi khusus dan penyesuain. Sesuai namanya, dana ini terdiri dari atas dana otonomi khusus dan dana penyesuaian.
2.2.3 Hubungan antara keuangan pusat dan daerah
Undang-undang no 33 tahun2004 tentang perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan pemerintahan daerah, mengamanatkan bahwa stiap penyerahan, pelimpahan, dan penugasan urusan pemerintahan ke daerah, harus diikuti dengan pendanaannya(oney follow eunction) artinya jika kewenangan dilimpahkan ke daerah, maka uang untuk mengelola kewenangan itu pun harus dilimpahkan ke daerah.
Hubungan antara pusat dan daerah sejak undang-undang nomor 5 tahun 1974 sebenarnya sudah berpijak pada tiga asa desentralisasi, antara lain dekonsentrasi, desentralisasi, dan tugas pembantuan. Desentralisasi adalah penyerahan wewenang pemerintahan oleh pemerintah kepada daerah otonomi untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dalam system Negara kesatuan Republik Indonesia. Sementara itu, dekonsentralisasi adalah pelimbahan wewenang dari pemerintah kepada gubernur sebagai wakil pemerintah. Dan tugas pembantuan adalah penugasan daripemerintah kepada daerah/ desa atau sebutan lain dengan kewajiban melaporkan dan mempertanggung jawabkanpelaksanaanya kepada yang menugaskan.
Beberap tujuan alokasi dana dari pusat ke daerah dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah adalah sebagai berikut
1. Pembelanjaan seluruhnya atau sebagian atas kepentingan yang bersifat nasional atau lebih dari satu daerah
2. Mendorong upaya pemerintah daerah untuk melaksanakan program-program pembanguna dan pelayanan yang sejalan dengan kebijakn nasional
3. Merangsang pertumbuhan ekonomi daerah
4. Mengendalikanpengeluaran ekonomi daerah
• Menetapkan standar pelayanan atau pemabangunan yang adil
• Mengembangkan wilaya-wilayah yang kapasitasnya fiskalnya rendah
• Mebantu wilayah atau daerah untuk mengatasi keadaan darurat
Topik :
Standar Kompetensi :
Kompetensi Dasar : 2.3 Mendeskripsikan kebijakan pemerintah di bidang fiskal
Indikator :2.3.1 Mendefinisikan pengertian kebijakan fiskal
2.3.2 Mengidentifikasi tujuan kebijakan fiskal
2.3.3 Menyebutkan macam-macam kebijaka fiskal
2.3.1 Pengertian kebijakan fiskal
Pemerintah merupakan factor determinan (yang membantu) dalam upaya peningkatan ksejahteraan masyarakat. Pemerintah memiliki perangkat-perangkat kebijakan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahtraan masyarakat. Salah-satu perangkat kebijakan itu adalah kebijakan fiscal (kebijakan anggaran).
Penerimaan dan pengluaran pemerintah merupakan faktor yang mempengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat. Perlu diketahui bahwa dalam banyak hal, rumah tangga Negara tidak sama dengan rumah tangga keluarga. Pada rumah tangga keluarga, jika penerimaan semakin menurun, salah satu tidakan yang ditempuh adalah menekan pengeluaran. Tindakan demikian dapt menyelamatkan kemunduran ekonomi rumah tangga keluarga. Sebaliknya dalam rumah tangga Negara, penurunan penerimaan tidak selalu diatasi dengan mengurangi pengeluaran. Jika pengeluaran ang di tekan, makakegiatan ekonomi akan menjadi lesu, kelesuan ekonomi akan mengakibatkan pengangguran, yang berdampak pada penurunan penerimaan.
Oleh kerena itu tindakan yang mungkin dapat diambil adalah mengatur pengeluaran agar pengeluaran tersebut berdampak positif pada perbaikan ekonomi. Tindakan memperbaiki ekonomi jugadapat ditempuh dengan usaha menaikkan pendapatan. Tindakan-tindakan mengatur pengeluaran dan pemasukan Negara tersebut sebagai tindakan fiscal, jadi kebijakan fiscal adalah kebijakan penyesuaian di bidangf pengeluaran dan penerimaan pemerintah untuk memperbaiki keadaan ekonomi.
2.3.1 Tujuan Kebijakan Fiskal
Sebelumnya telah dijelaskan bahwa pemerintah selalu berusaha meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Banyak contoh yang dapat dilihat dari usaha pemerintah untuk memperbaiki kehidupan ekonomi masyarakat, seperti progam transmigrasi yang member lahan dan rumah kepada penduduk, programirigasi yang dapat menaikkan hasil pertanian, program perbaikan rumah-rumah kumuh, dan program listrik masuk desa yang yang membereri kesempatan kepada penduduk untuk mendapatkan sarana listrik bagi kegiatan ekonominya.
Kebijakan fiscal juga merupakan salah satu paket tidakan pemerintah di bidang pengeluaran dan menrimaan keuangan Negara. Kegiatan ini bertujuan untuk memperbaiki keadaan ekonomi, mengusahakan kesempatan kerja (mengurangi pengangguran), dan menjaga kestabilan harga-harga secara umum dengan kata lain, kebijakan fiscal mengusahakan peningkatan kemampuan pemerintah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan cara menyesuaikan pengeluaran dan penerimaan pemerintah.
2.3.3 Macam-macam kebijakan fiskal
Banyak kebijakan yang dapat ditempuh pemerintah untuk memperbaiki kelesuan perekonomiaan Negara. Dewasa ini pemerintah mengadakan deregulasi dan debirokkratisasi di berbagai bidang dengan tujuan memperbaiki keadaan ekonomi agar tercapai tingkat pertumbuhan yang tinggi. Kebijakan deregulasi dan debirokratisasi merupakan bagian dari kebijakan fiscal pemerintah. Secara umum, kebijakan fiscal dapat dijalankan dengan empat jenis pembiayaan, yaitu sebagai berikut.
a. Pembiayaan fungsional
Pembiayaan pengeluaran pemerintah ditentuka sedemikian rupa sehingga tidak berpengaruh langsung terhadap pendapatan nasional. Tujuan utamanya adalah untuk membangkitkan kesempatan kerja (employment). Penermaan pemerintah dari sektor pajak bukan ditujukan untuk meningkatkan penerimaan pemerintah, tetapi bertujuan untuk mengatur pengeliuaran, penerimaan pajak tidak diperlukan. Sedangkan untuk menekan inflasi diatasi dengan kebijakan pinjaman. Jika sector pajak dan pinjaman tidak berhasil, tindakan lain yang dapat dilakukan pemerintah adalah mencetak uang. Jadi, dalam hal ini sector pajak dengan pengeluaran pemerintah mnjadi satu hal yang terpisah. Tokoh yang mengutarakan pembiayaan fungsional itu adalah A.P.Liner
b. Pengelolaan anggaran
Penerimaan dan pengeluaran pemerintah dari perpajakan dan pinjaman adalah paket yang tidak dapat dipisahkan dalam rangka menciptakan kestabilan ekonomi. Tokoh yang mengemukakan pendekatan ini adalah Alvin Hansen. Dalam pemikiran lebih lanjut diperlukan anggaran berimbang dengan resep bahwa jika terjadi depresi, maka ditempuh anggaran deficit, dan jika terjadi terjadi inflasi maka ditempuh anggaran belanja surplus.
c. Stabilitas anggaran otonomi
Dalam stabilitas anggaran ini diharapkan (atau dengan sendirinya) terdapat keseimbangan antara penerimaan dan pengeluaan tanpa campur tangan pemerintah yang sengaja.dengan stabilisas anggaran ini, pengeluaran pemerintah lebih ditekankan pada asas manfaat dan biaya relative dari berbagai paket program. Pajak ditetapkan sedemikian rupa shingga terdapat anggaran belanja surplusdalam keempatan kerja penuh.
d. Anggaran belanja seimbang
Cara yang diperlukan dalam hal ini adalah anggaran yang disesuaikan dengan keadaan (managed budget). Tujuannya adalah tercapainya anggaran dalan jangka panjang. Dalam keadaan terpaksa, seperti ketika terjadi ketidakstabilan ekonomi, ditempuh anggaran deficit, sedangkan pada masa inflasi ditempuh anggaran surplus.
Kebikajan anggaran yang dianut masing-masing Negara bisa berbeda trgantung pada keadaan an arah yang akan dicapai dalam jangka pendek dan jangka panjangnya. Berikut ini adalah macam-macam anggaran yang biasa ditempuh beberapa Negara dalam mencapai manfaat tertinggi dalam mengelola anggaran.
• Anggaran berimbang
• Anggaran surplus
• Anggaran defisit
Topik :
Standar kompetansi :
Kompetensi dasar :3.1 Mengenal jenis produk dalam bursa efek
Indikator :3.1.1 Mendefinisikan pengertian pasar modal atau bursa efek
3.1.2 Menyebutkan fungsi pasar modal
3.1.3 Menyebutkan produk pasar modal
3.1.4 Menyebutkan pelaku pasar modal
3.1.1 Pengertian pasar modal/bursa efek
Pasar modal, atau sering disebut juga sebagai bursa efek, adalah pasar tempat bertemunya pemintaan dan penawaran dana-dana jangka panjang dalam bentuk penjualan dan pembelian surat-surat berharga. Bebeda dengan pasar uang yang merupakan pertemuan antara permntaan dan penawaran dana jangka pendek , dana dari pasar modal umumnya digunakan untuk membiayai pembangun proyek-proyek yang tidak segera menghasilkan uang. Misalnya, untuk pembangunan pabrik, jalan tol,dan pengembangan produk.
3.1.2 Fungsi pasar modal
Secara umum, fungsi pasa modal adalah sebagai berikut
a. Sebagai sarana penambah modal bagi badan usaha
Perusahaan dapat memperoleh dana dengan cara menjual saham kepasar modal. Saham-saham ini akan dibeli oleh masyarakat umum, perusahaan-perusahaan lain, lembaga, atau oleh pemerintah.
b. Sebagai sarana pemerataan pendapatan
Setelah jangka waktu tertentu, saham-saham yang telah dibeli akan memberikan deviden (bagian dari keuntungan perusahaan) kepada para pemiliknya. Oleh karena itu, penjualan saham melalui pasar modal dapat dianggap sebagai sarana pemerataan pendapatan.
c. Sebagai sarana peningkatan kapasitas produksi
Dengan adanya tambahan modal yang diperoleh dari pasar modal, maka produktivitas perusahaan dapat meningkat
d. Sebagai sarana penciptaan tenaga kerja
Keberadan pasar modal dapat mendorong muncul dan berkembangnya industry lain yang berdampak pada terciptanya lapangan kerja baru.
e. Sebagai sarana peningkatan pendapatan Negara
Setiap dividen yang dibagi kepada para pemegang saham akan dikenakan pajak oleh pemerintah. Adanya tambahan pemaukan melalui pajak ini akan meningkatkan pendapatan Negara.
f. Sebagai indikator perekonomian Negara
Aktivitas dan volume penjualan/pembelian di pasar modal yang semakin meningkat (padat) member indikasi bahwa aktivitas bisnis berbagai perusahaan berjalan dengan baik. Begitu pula sebaliknya.
Topik :
Standar Kompetensi :
Kompetensi Dasar :3.2 Mendeskripsikan mekanisme kerja bursa efek
Idikator :3.2.1 Menyebutkan mekanisme kerja bursa efek
3.2.2 Menyebutkan keuntungan yang timbul atas
perdadangan saham
3.2.1 Mekanisme kerja bursa efek
Penjualan dan pembelian surat berharga (efek) di bursa efek disebut pula dengan perdagangan di pasar sekunder (secondary market). Adapun, perdagangan di pasar primer, atau biasa juga disebut pasar perdana. Terjadi saat pertama kali surat berharaga diperjualbelikan oleh perusahaan yang menerbitkan surat berharga (emiten) dan investor. Jual beli di bursa efek hanya dapat dilakukan melalui perusahaan pialang yang resmi menjadi anggota bursa. Apabila telah menjadi anggota bursa, berarti perusahaan yang bersangkutan telah menyetor modal dan memenuhi segala persyaratan yang telah ditentukan untuk dapat melayani masyarakat sebagai perantara perdagangan efek
Senin, 01 Februari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)








0 komentar:
Posting Komentar