
Makalah Kimia Organik
DATA PENGAMATAN
A. Tes dengan Peleburan Logam Na
Perlakuan Pengamatan
• Memanaskan 0.04g Na dalam tabung reaksi
• menambahkan 3 tetes Kcl, dipanaskan 2 menit
• memasukkan 3ml etanol, dididihkan
• menyaring larutan. • Terbentuk uap abu-abu
• terjadi endapan merah bata
• larutan menjadi keruh
• filtrat jernih
# Tes Adanya Nitrogen
• 2ml filtrat + FeSO4, dikocok
• ditambah H2SO4
• ditambah 1ml KF 5%
• dididihkan, diasamkan dengan H2SO4 • FeSO4 = Coklat
Filtrat+FeSO4= cokat muda keruh
• larutan kuning, tanpa endapan
• ada endapan, larutan kuning
• larutan kuning, endapan coklat
# Tes Adanya Belerang
• 2ml filtrat ditambah CH3COOH
• dites dengan lakmus
• ditambah Pb asetat• • lakmus menjadi merah
• ada endapan putih
# Tes Adanya Halogen
• filtrat + HNO3 encer, tes lakmus, ditambah AgNO3 encer berlebih
• Mendekantasi, menambah endapan dengan NH3 • Lakmus menjadi merah, ada endapan putih
• endapan putih larut
B. Tes Kelarutan
Fenol Kloroform Sukrosa Asam Askorbat
Akuades Tidak larut, dipanaskan larut Tidak larut, ada 2 lapisan larut larut
Eter larut larut Tidak larut Tidak larut
NaOH larut Tidak larut larut larut
HCl Tidak larut Tidak larut, ditambah NaOH larut larut larut
H2SO4 larut larut Tidak larut larut
PEMBAHASAN
A. Tes dengan Peleburan Logam Na
Pada percobaan ini logam Na dimasukkan dalam tabung reaksi dan dipanaskan di ats api bunsen. Logam Na mengeluarkan asap yang berwarna putih dan atau abu-abu ketika dipanaskan. Kemudian Na melebur dan ditambahkan 3 tetes KCl 1%, dipanaskan lagi dan larutan yang dihasilkan agak keruh. Setelah didinginkan, larutan ditanbah metanol dan akuades kemudian dididihkan. Stelah mendidih, larutan disaring sehingga didapatkan filtrat yang jernih. Fungsi metanol adalah untuk menghilangkan sisa logam Na yang masih ada, sedangkan penambahan akuades adalah untuk menghilangkan sisa logam Na agar logam tersebut bereaksi dengan NaOH. Gelembung timbul ketika dididihkan (setelah ditambah akuades) sesuai reaksi:
2Na + 2H2O 2Na+ + 2OH- + H2(g)
1. Tes Adanya Nitrogen
Pada tes adanya nitrogen ini menggunakan filtrat yang diperoleh dari percobaan peleburan Na. Filtrat ini kemudian ditambah dengan kristal FeSO4 dan menghasiljan larutan berwarna coklat muda yang keruh (tidak larut)
Setelah itu, larutan dipanaskan perlahan sambil dikocok sampai mendidih dan terbentuk gas. Hal ini dilakukan untuk menguji ada tidaknya nitrogen. Setelah dipanaskan, larutan ditambah H2SO4 encer sampai Fe(OH)2 melarut dan dihasilkan larutan berwarna kuning tanpa endapan. Kemudian ditambah KF 5% yang berfungsi menunjukkan ada tidaknya nitrogen dengan ditandai perubahan warna larutan menjadi biru prusi. Setelah ditanbah KF larutan ternyata tetap berwarna kuning dengan adanya endapan, begitu pula setelah diasamkan dengan H2SO4 larutan tetap berwarna kuning. Maka dari hasil analisis tersebut dapat diketahui bahwa di dalam larutan tidak ada nitrogen.
Pda percobaan ini, penambahan H2SO4 untuk melarutkan Fe(OH)2. Reaksi yang terjadi:
Ag+ + Cl- AgCl(s) ( endapan putih )
AgCl(s) + 2NH3 [Ag(NH3)2]+ + Cl-
1. Tes Adanya Belerang
Tes dilakukan dengan menambahkan filtrat dengan asan asetat hingga larutan asam. Uji asam ini dilakukan dengan menggunakan kertas lakmus yang akan berubah menjadi merah jika ditetesi larutan ini. Kemudian larutan ditambah dengan Pb asetat yang membuat larutan menjadi agak keruh dengan endapan berwarna putih. Keadaan tersebut menunjukkan bahwa pada larutan tidak ada belerang karena dengan Pb asetat larutan tersebut akan menghasilkan warna hitam jika ada belerang.
1. Tes Adanya Halogen
Filtrat yang digunakan ditambah dengan HNO3 encer hingga asam yang dapat diuji menggunakan kertas lakmus dan tidak terbentuk endapan. Ketika ditambah dengan AgNO3 encer berlebih maka terjadi endapan yang menunjukkan bahwa dalam larutan ini terdapat halogen. Setelah didekantasi, endapan ditambah dengan NH3 dan dihasilkan endapan yang larut. Dari pengamatan yang ditunjukkan dalam percobaan menunjukkan endapan larut, berarti dalam larutan terdapat klorin.
B. Tes Kelarutan
Pada dasarnya percobaan tes kelarutan ini dilakukan dengan sra memasukkan sampel pada tabung reaksi kemudian ditambah dengan pelarutnya yaitu akuades, eter, NaOH, HCl, dan H2SO4 pekat. Kemudian mencampur keduanya (pelarut dan zat terlarut) dengan mengocoknya kuat-kuat lalu mengamatinya.
1. Kelarutan dalam Air
Pada percobaan ini digunakan sampel fenol, kloroform, sukrosa, dan asam askorbat. Sedangkan pelarut yang digunakn adalah akuades yang bersifat polar. Fenol dapat larut dalam air namun setelah dipanaskan sementara kloroform tidak larut yang ditandai dengan terbentuknya 2 lapisan. Unruk sukrosa dan asama skorbat dapat larut dalam air. Jadi dari penjelasan tersebut dapat diketahui bahwa fenol, sukrosa dan asam askorbat bersifat polar sementara kloroform bersifat non polar.
1. Kelarutan dalam Eter
Sampel yangdigunakan sama seperti uju kelarutan dalam air, yaitu fenol, kloroform, sukrosa dan asam askorbat dengan pelarut eter yang termasuk pelarut polar. Dari uju kelarutan dalam eter diketahui bahwa fenol dan kloroform dapat larut sementara glukosa dan asam askorbat tidak larut dalam eter. Jadi menurut percobaan tersebut, kloroform bersifat polar sama seperti fenol, sedangkan glukosa dan asam askorbat bersifat non polar.
1. Kelarutan dalam NaOH
Pada tes inin digunakan pelarut NaOH dan sampel fenol, kloroform, sukrosa, dan asam askorbat. Dari hasil pengujian ternyata semua sampel larut dalam Na OH yang bersifat polar dan hanya kloroform saja yang tidak larut yang mengindikasikan bahwa kloroform tersebut bersifat non polar karena tidak dapat larut dalam pelarut polar.
1. Kelarutan dalam HCl
Sampel yang digunakan masih sama seperti sebelumnya sedangkan pelarut yang digunakan adalah Hcl. Sukrosa dan asam askorbat larut dalam HCL, fenol tidak larut dalam HCL, sedangkan kloroform dapat larut dalan Hcl setelah ditambah dengan NaOH.
1. Kelarutan dalam H2SO4 pekat
Sampel yang digunakan adalah fenol, kloroform, sukrosa, dan asam askorbat dengan asam sulfat pekat sebagai pelarutnya. Semua sampel larut dalam pelarut ini kecuali sukrusa. Pada saat pelarutan dinding tabung reajsi terasa panas yang disebabkan karena H2SO4 bersifat eksotermis dan sangat reaktif sehingga harus berhati-hati dalam menggunakannya.
Pada saat pengamatan, dapat pula terjadi kekeliruan. Hal ini kemungkinan karene kekurangtepatan dalam penambahan zat, kesulitan membedakan apakah larutan itu benar-benar mengendap atau hanya kotor saja, kekurangtelitian dalam mengamati perubahan-perubahan yang terjadi.
KESIMPULAN
• Tes adanya belerang akan menunjukkan endapan hitam pada penambahan Pb asetat dalam suasana asam. Pada sampel tidak terdapat belerang
• Adanya warna biru prusi pada sampel yang ditambahkan dengan KF menunjukkan bahwa sampel mengandung nitrogen. Dalam percobaan, sampel tidak mengandung nitrogen.
• Dalam sampel terdapat halogen, yaitu klorin. Hal itu ditunjukkan oleh endapan yang larut ketika ditambah amonia.
• Analisis kualitatif pada percobaan ini menggunakan cara peleburan logam Na.
• Fenol larut dalam akuades, eter, NaOH, dan H2SO4 pekat sementara pada HCl tidak.
• Kloroform larut dalam eter dan H2SO4 pekat, sementara pada akuades dan NaOH tidak. Pada Hcl juga larut tapi perlu ditambah NaOH.
• Sukrosa larut dalam akuades, NaOH, HCl dan tidak larut dalam eter dan H2SO4 pekat
• Asam askorbat larut dalam akuades, HCl, H2SO4 pekat, tetapi tidak larut dalam eter.
• Kelarutan suatu senyawa menggunakan kaidah “like dissolve like” yaitu tergantung pada kepolaran senyawa itu.








0 komentar:
Posting Komentar